Tantangan Keluarga Muslim di Era Modern

Tantangan Keluarga Muslim di Era Modern

 

Pada masa kini, mendekatkan keluarga dengan Al-Quran menghadapi berbagai tantangan.

Beberapa di antaranya adalah:

  1. Dominasi teknologi dan gawai

Anak-anak dan orang dewasa menghabiskan banyak waktu dengan smartphone, media social, game dan streaming. Akibatnya waktu untuk Al-Quran semakin berkurang.

ย 

  1. Kesibukan orang tua

Banyak orang tua yang sibuk dengan pekerjaan sehingga pendidikan spiritual anak kurang diperhatikan.

ย 

  1. Kurangnya tradisi Al-Quran di rumah

Sebagian keluarga hanya membaca Al-Quran saat Ramadan, acara keagamaan, atau ketika ada musibah. Padahal Al-Quran semestinya hadir setiap hari dalam kehidupan keluarga.

ย 

  1. Kurangnya teladan dari orang tua

Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar. Jika orang tua jarang membaca Al-Quran, maka anak juga tidak akan memiliki kedekatan dengan Al-Quran.

 

ย 

Keutamaan Membaca Al-Quran Bersama Keluarga

Islam memberikan motivasi yang sangat besar bagi orang yang membaca dan mempelajari Al-Quran. Rasulullah ๏ทบ bersabda:

 

ุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽู‡ู

โ€œSebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.โ€ (HR. Bukhari)

Hadits ini menunjukkan bahwa mempelajari dan mengajarkan Al-Quran adalah amal terbaik.

Jika kegiatan ini dilakukan dalam keluarga, maka keutamaannya menjadi lebih besar karena:

  • membangun pahala bersama
  • mempererat hubungan keluarga
  • menanamkan iman kepada generasi berikutnya

 

Rasulullah ๏ทบ juga bersabda:

 

ุงู‚ู’ุฑูŽุคููˆุง ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุดูŽูููŠุนู‹ุง ู„ูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู

ย โ€œBacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.โ€ (HR. Muslim)

Bayangkan jika seluruh anggota keluarga menjadi ahli Al-Quran, maka mereka akan mendapatkan syafaat bersama pada hari kiamat. Bahkan Rasulullah ๏ทบ menyebutkan kemuliaan orang tua yang anaknya ahli Al-Quran:

 

ูŠูู„ู’ุจูŽุณู ูˆูŽุงู„ูุฏูŽุงู‡ู ุชูŽุงุฌู‹ุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู

โ€œKedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat.โ€ (HR. Abu Dawud)

Mahkota itu lebih indah dari cahaya matahari.

Hadits ini menunjukkan bahwa mendidik anak dengan Al-Quran adalah investasi akhirat yang luar biasa.

ย 

Membangun Budaya Al-Quran di Dalam Rumah

Pada bagian pertama telah dijelaskan bahwa keluarga memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk kedekatan dengan Al-Quran. Rumah yang dipenuhi dengan Al-Quran akan menjadi rumah yang hidup, penuh ketenangan, dan melahirkan generasi yang kuat iman serta akhlaknya.

Namun menjadikan Al-Quran sebagai pusat kehidupan keluarga tidak terjadi secara otomatis. Ia membutuhkan usaha sadar, kebiasaan yang dibangun secara konsisten, serta teladan dari orang tua. Pada bagian kedua ini akan diuraikan beberapa kiat praktis membangun budaya Al-Quran dalam keluarga, berdasarkan Al-Quran, hadits, dan teladan kehidupan Nabi ๏ทบ serta para sahabat.

 

  1. Memulai dari Keteladanan Orang Tua

Kunci utama keberhasilan pendidikan Al-Quran dalam keluarga adalah keteladanan orang tua. Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat daripada dari apa yang mereka dengar.

Jika orang tua rajin membaca Al-Quran, maka anak-anak akan memandang Al-Quran sebagai sesuatu yang penting dalam kehidupan.

Allah berfirman,

 

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ูู…ูŽ ุชูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู†ูŽ

โ€œWahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?โ€ (QS. As-Saff: 2)

Ayat ini mengajarkan bahwa keteladanan adalah kunci pendidikan.

Dalam konteks keluarga, orang tua harus menunjukkan bahwa Al-Quran adalah bagian dari kehidupan mereka. Misalnya dengan:

  • Membaca Al-Quran setiap hari
  • Membuka mushaf di rumah
  • Mendengarkan tilawah Al-Quran
  • Mengamalkan ajaran Al-Quran dalam sikap sehari-hari

Jika anak melihat orang tuanya dekat dengan Al-Quran, maka kecintaan itu akan tumbuh secara alami dalam dirinya. Teladan Rasulullah ๏ทบ adalah contoh paling agung. Aisyah radhiyallahu โ€˜anha mengatakan,

 

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูู„ูู‚ูู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ

โ€œAkhlak Rasulullah adalah Al-Quran.โ€ (HR. Muslim)

Artinya seluruh kehidupan Nabi adalah implementasi nilai-nilai Al-Quran.

Jika orang tua meneladani cara hidup ini, maka rumah akan menjadi lingkungan yang Qurani.

 

  1. Menjadikan Membaca Al-Quran Sebagai Rutinitas Harian Keluarga

Salah satu cara paling efektif mendekatkan keluarga dengan Al-Quran adalah membangun rutinitas membaca Al-Quran bersama. Rasulullah ๏ทบ sangat menganjurkan membaca Al-Quran secara rutin. Beliau bersabda,

 

ุงู‚ู’ุฑูŽุคููˆุง ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุดูŽูููŠุนู‹ุง ู„ูุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู

โ€œBacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.โ€ (HR. Muslim)

Rutinitas membaca Al-Quran dapat dilakukan dengan cara sederhana, misalnya:

  1. Tilawah bersama setelah shalat Maghrib

Waktu setelah Maghrib adalah waktu yang sangat baik untuk membaca Al-Quran bersama keluarga.

Tradisi ini dahulu dikenal di banyak masyarakat Muslim sebagai โ€œMaghrib Mengaji.โ€

Kegiatan ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Setiap anggota keluarga membaca beberapa ayat
  • Orang tua membimbing bacaan anak
  • Bergiliran membaca

Walaupun hanya 10โ€“15 menit setiap hari, kebiasaan ini akan memberikan dampak yang sangat besar.

 

  1. Membaca satu halaman setiap hari

Agar tidak terasa berat, keluarga dapat membuat target sederhana: minimal satu halaman Al-Quran setiap hari.

Jika konsisten, dalam waktu satu tahun seseorang bisa menamatkan Al-Quran beberapa kali.

 

  1. Membiasakan Anak Menghafal Al-Quran Sejak Dini

Salah satu tradisi umat Islam sejak masa sahabat adalah menghafal Al-Quran sejak usia dini.

Anak-anak memiliki kemampuan menghafal yang sangat kuat. Banyak sahabat Nabi yang telah menghafal Al-Quran pada usia muda. Rasulullah ๏ทบ bersabda,

 

ุฎูŽูŠู’ุฑููƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ุชูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽู‡ู

โ€œSebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.โ€ (HR. Al-Bukhari)

 

Menghafal Al-Quran memberikan banyak manfaat bagi anak:

  1. Menguatkan ingatan
  2. Membentuk karakter
  3. Menanamkan nilai iman sejak kecil
  4. Membiasakan lidah dengan kalam Allah

 

Metode sederhana yang dapat dilakukan orang tua:

  • Menghafal satu ayat setiap hari
  • Mengulang hafalan saat perjalanan
  • Menghafal bersama sebelum tidur

Tidak harus langsung banyak. Yang penting adalah konsistensi.

 

  1. Mengadakan Halaqah Al-Quran Keluarga

Selain membaca dan menghafal, keluarga juga perlu mempelajari makna Al-Quran. Karena tujuan utama Al-Quran bukan hanya dibaca, tetapi juga dipahami dan diamalkan. Allah berfirman,

 

ูƒูุชูŽุงุจูŒ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŒ ู„ููŠูŽุฏู‘ูŽุจู‘ูŽุฑููˆุง ุขูŠูŽุงุชูู‡ู

โ€œIni adalah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka mentadabburi ayat-ayatnya.โ€ (QS. Shad: 29)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan Al-Quran adalah ditadabburi (dipahami dan direnungkan). Karena itu keluarga dapat membuat halaqah Al-Quran keluarga, misalnya seminggu sekali.

Kegiatan ini dapat berupa:

  • membaca beberapa ayat
  • menjelaskan maknanya secara sederhana
  • berdiskusi tentang pelajaran dari ayat tersebut

Misalnya ketika membaca ayat tentang kejujuran, orang tua dapat mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan cara ini anak-anak akan memahami bahwa Al-Quran relevan dengan kehidupan mereka.

 

  1. Menghidupkan Rumah dengan Tilawah Al-Quran

Selain membaca langsung, rumah juga dapat dihidupkan dengan memperdengarkan tilawah Al-Quran.

Misalnya:

  • memutar tilawah saat pagi hari
  • mendengarkan Al-Quran saat perjalanan
  • memperdengarkan murattal sebelum tidur

 

Hal ini memiliki pengaruh besar terhadap suasana rumah.

Para ulama menyebutkan bahwa Al-Quran mengusir setan dan membawa ketenangan. Rasulullah ๏ทบ bersabda,

 

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู†ู’ููุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุชูู‚ู’ุฑูŽุฃู ูููŠู‡ู ุณููˆุฑูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽู‚ูŽุฑูŽุฉู

โ€œSesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.โ€ (HR. Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Al-Quran melindungi rumah dari gangguan setan.

 

  1. Mengaitkan Al-Quran dengan Kehidupan Sehari-hari

Salah satu cara agar anak mencintai Al-Quran adalah mengaitkan ayat dengan kehidupan nyata.

Misalnya:

  • ketika berbicara tentang kejujuran โ†’ bacakan ayat tentang kejujuran
  • ketika berbicara tentang sedekah โ†’ bacakan ayat tentang infak
  • ketika menghadapi kesulitan โ†’ bacakan ayat tentang kesabaran

Dengan cara ini anak-anak akan memahami bahwa Al-Quran bukan hanya kitab yang dibaca di masjid, tetapi panduan hidup sehari-hari.

 

  1. Memberikan Apresiasi kepada Anak yang Dekat dengan Al-Quran

Dalam mendidik anak, apresiasi memiliki peran penting. Rasulullah ๏ทบ juga sering memberikan penghargaan kepada para sahabat yang memiliki kelebihan dalam membaca Al-Quran. Misalnya beliau memuji Ubay bin Kaโ€™ab sebagai salah satu sahabat yang paling ahli dalam Al-Quran.

Orang tua dapat memberikan motivasi kepada anak dengan cara:

  • memberikan hadiah kecil ketika mencapai target hafalan
  • memberikan pujian
  • memberikan kesempatan anak memimpin doa atau tilawah

Hal ini akan membuat anak merasa bangga dengan Al-Quran.

 

  1. Menjadikan Al-Quran Sebagai Solusi Masalah Keluarga

Keluarga pasti menghadapi berbagai masalah. Namun Al-Quran harus menjadi rujukan utama dalam mencari solusi. Allah berfirman:

 

ุฅูู†ู‘ูŽ ู‡ูŽูฐุฐูŽุง ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ู„ูู„ู‘ูŽุชููŠ ู‡ููŠูŽ ุฃูŽู‚ู’ูˆูŽู…ู

โ€œSesungguhnya Al-Quran ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.โ€ (QS. Al-Isra: 9)

Jika keluarga terbiasa merujuk kepada Al-Quran, maka mereka akan memiliki kompas moral yang jelas.

 

Wallahu a’lam

 

Ust. Ardiansyah Ashri Husein, Lc., M.A

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password